Binance Memperketat Batasan pada Platform Kripto yang Terkait Rusia dan Iran
Binance memperketat kontrol kepatuhannya terhadap transaksi yang melibatkan penyedia layanan aset kripto tertentu.
Pihak bursa mengatakan pihaknya akan menghentikan pemrosesan transaksi yang melibatkan platform yang terdampak setelah pembatasan tersebut berlaku.
Pengumuman Binance sendiri tidak secara eksplisit menguraikan langkah ini sebagai pembatasan terhadap Rusia atau Iran.
Namun, waktunya menjadi hal yang mencolok.
๐ท๐บ Platform yang terkait Rusia
Uni Eropa baru-baru ini memperluas kerangka sanksinya terhadap Rusia untuk mencakup platform kripto termasuk HTX, EXMO, dan Rapira, bersama beberapa penyedia lainnya.
Uni Eropa mengatakan entitas-entitas ini secara signifikan menggagalkan pembatasan yang terkait dengan Rusia. Pembatasan untuk kelompok utama platform dijadwalkan mulai berlaku pada 23 Agustus 2026.
Nama lain yang dilaporkan dalam paket tersebut mencakup Aifory Pro, ABCeX, WhiteBird, NoOnecrypto, Tradex, Monease, BitPapa, dan Exnode.
๐ฎ๐ท Platform yang terkait Iran
AS juga mensanction Shelbit dan Aban Tether bulan ini atas dugaan keterkaitan dengan jaringan keuangan Iran dan aktivitas pengelakan sanksi.
Bagi pengguna Binance, kesimpulan praktisnya sederhana:
Hindari mengirim atau menerima dana melalui platform yang dibatasi setelah pembatasan yang relevan mulai berlaku.
Ini bukan hal yang sama dengan melakukan delisting sebuah mata uang kripto.
Ini terutama merupakan langkah kepatuhan dan penyaringan sanksi yang bertujuan untuk mengurangi paparan terhadap pihak lawan yang dibatasi dan alur transaksi yang berpotensi bermasalah.
Jika Anda menggunakan salah satu platform yang terdampak, periksa pengumuman resmi Binance dan tanggal efektif yang berlaku sebelum memindahkan dana.
Sumber: Pengumuman sanksi terbaru dari Binance serta UE/AS.
#Binance #Crypto #Sanctions #Compliance