🇨🇳☀️CINA MEMBELI BATAS KERENTAN PLASMA FUSI DENGAN "MATAHARI BUATAN" ☀️🇨🇳
Cina telah mencapai terobosan bersejarah dalam fusi nuklir terkontrol dengan Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), yang dikenal sebagai "matahari buatan".
Para peneliti dari Institut Fisika Plasma Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, Universitas Huazhong Sains dan Teknologi, dan Universitas Aix-Marseille di Prancis telah melampaui batas empiris densitas plasma, yang dikenal sebagai batas Greenwald (n_G), mencapai nilai antara 1.3 dan 1.65 kali lebih tinggi.
Secara historis, densitas plasma di tokamak memiliki batas atas: melampaui batas ini, plasma menjadi tidak stabil, melarikan diri dari penahanan magnetik dan melepaskan energi ke dinding internal, menyebabkan gangguan dan risiko keselamatan.
Penelitian internasional menunjukkan bahwa fenomena ini terjadi di daerah batas plasma-dinding, tetapi mekanisme tepatnya tetap tidak jelas.
Tim Cina telah mengembangkan model teoretis dari pengorganisasian diri plasma-dinding (PWSO), mengungkapkan bahwa ketidakstabilan radiasi dari kotoran di batas (seperti karbon dan tungsten dari dinding) memicu batas tersebut.
Dengan memanfaatkan ECRH (pemanasan siklotron elektronik) yang dibantu dan tekanan gas pra-pengisian yang tinggi, mereka telah mengarahkan plasma ke dalam "zona bebas densitas", yang pertama kali dikonfirmasi secara eksperimental di sebuah tokamak.
Selama fase datar arus (Ip ~250 kA, B_t=2.5 T), densitas linear rata-rata telah mencapai 5.2-5.6 × 10^19 m^{-3}, mengurangi radiasi, kotoran (Z_eff rendah) dan suhu pada divertor.
Hasilnya, yang dipublikasikan di Science Advances, sejalan dengan model PWSO 0D dan 1D, membuka jalan untuk operasi dengan densitas tinggi tanpa gangguan.
Ini maju menuju kriteria Lawson untuk pembakaran plasma dan penyalaan, yang penting untuk energi fusi bersih dan tak terbatas.
Teknik yang dapat diskalakan menjanjikan aplikasi di EAST dan reaktor masa depan seperti ITER.
#china #INNOVATION