🏦 Pemegang token Aave mulai gelisah: protokolnya menghasilkan uang, tapi harga tokennya turun 60%?
Belakangan ini, sebuah perdebatan di kalangan DeFi cukup mewakili keresahan banyak orang.
Mantan analis Messari, Tulip King, secara terbuka menyebut Aave Labs. Menurutnya, perusahaan pengembang itu berulang kali menerima pendanaan dari DAO, sementara para pemegang token yang menanggung biayanya.
Beberapa poin yang ia sampaikan:
🔹 Pada April 2026, DAO menyetujui pendanaan sebesar 25 juta dolar AS untuk Aave Labs, ditambah 75.000 AAVE
🔹 Skema pembagian pendapatan dari antarmuka depan diubah. Ia memperkirakan DAO mungkin kehilangan sekitar 10 juta dolar AS per tahun
🔹 Harga AAVE saat ini sekitar 150 dolar AS, turun sekitar 60% dari rekor tertingginya di 660 dolar AS. Ia menyebutnya langsung sebagai “The DAO Rug”
Luigi D'Onorio DeMeo dari Aave Labs menanggapi: seluruh pendapatan protokol masuk ke kas DAO, pendanaan digunakan untuk biaya layanan yang diperlukan, pergerakan harga token pada dasarnya mengikuti pasar, dan rencana pembelian kembali juga akan dilanjutkan.
Menurut saya, inti perdebatan ini bukan soal siapa yang benar atau salah, melainkan apa yang membuat token tata kelola bernilai. Protokol yang bagus dan TVL yang tinggi bukan berarti para pemegang token otomatis mendapat bagian dari nilainya. Cara membagi kepentingan antara tim pengembang, kas DAO, dan pemegang token jauh lebih penting jika tertulis dalam aturan ketimbang sekadar di white paper.
Sebelum membeli token tata kelola, ada baiknya benar-benar membaca catatan proposal DAO dan melihat ke mana saja uangnya mengalir.
Menurut kalian, apakah wajar tim pengembang menerima pendanaan dari DAO untuk “membiayai tim”, atau justru mengencerkan kepemilikan para pemegang token? Yuk, bahas di kolom komentar 👇
#Aave #DeFi #DAO治理 #AAVE