Candlestick adalah representasi grafis dari aksi harga yang menunjukkan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan untuk suatu aset dalam periode waktu tertentu.
1: Wick atas, harga tertinggi yang diperdagangkan pada periode tersebut
2: Harga penutupan, atau harga terakhir yang diperdagangkan pada periode tersebut
3: Harga pembukaan, atau harga pertama yang diperdagangkan pada periode tersebut
4: Wick bawah, harga terendah yang diperdagangkan pada periode tersebut
1: Wick atas, harga tertinggi yang diperdagangkan pada periode tersebut
2: Harga pembukaan, atau harga pertama yang diperdagangkan pada periode tersebut
3: Harga penutupan, atau harga terakhir yang diperdagangkan pada periode tersebut
4: Wick bawah, harga terendah yang diperdagangkan pada periode tersebut
Warna candlestick menunjukkan arah pergerakan harga. Candlestick hijau atau berongga biasanya menandakan bahwa harga penutupan lebih tinggi daripada harga pembukaan yang berarti pembeli lebih dominan selama periode tersebut. Candlestick merah atau terisi umumnya menunjukkan bahwa harga penutupan lebih rendah daripada harga pembukaan yang mengindikasikan penjual lebih unggul.
Namun, pola candlestick tidak boleh dianggap sebagai sinyal yang pasti jika berdiri sendiri. Menggabungkannya dengan indikator lain serta praktik manajemen risiko yang baik dapat membantu pedagang mengambil keputusan yang lebih tepat. Mempelajari cara membaca candlestick dan mengenali pola umum sering dianggap sebagai salah satu langkah dasar bagi siapa pun yang tertarik pada perdagangan.