Pada bulan Maret tahun ini, saya pergi berlibur ke Vietnam dan secara kebetulan masuk ke sebuah warnet.

Sekelompok remaja berkumpul di sekitar layar, menggunakan komputer yang sederhana, dan mereka sedang mendiskusikan game dalam ekosistem Polygon.

Saya bertanya kepada salah satu pemuda: “Mengapa kalian tidak menggunakan Solana?”

Dia tersenyum dan berkata: “Gas di Polygon lebih murah, kecepatan cepat, kami bisa mengatur sendiri, dan bisa menghasilkan sedikit koin.”

Saat itu saya terkejut.

Ini bukan di Amerika Utara, bukan di Silicon Valley, melainkan di jalanan Asia Tenggara —

Tetapi mereka sedang menggunakan blockchain, menciptakan, dan mengubah nasib.

Inilah makna Polygon: menjadikan blockchain sebagai alat yang bisa digunakan oleh orang biasa.

Dengan zkEVM, AggLayer, dan modul lainnya, pengembangan menjadi semudah bermain Lego.

Mekanisme token POL yang seragam membuat sistem ini berjalan seperti sebuah negara yang utuh,

memiliki energi, memiliki aturan, memiliki insentif.

Dari POS ke POL, apa yang dilalui Polygon bukanlah jalan pintas, melainkan jalan panjang yang penuh kesabaran.

Setiap pembaruan, bukan untuk spekulasi, tetapi untuk memungkinkan lebih banyak orang bisa berpartisipasi.

Dalam perjalanan kembali ke hotel, tiba-tiba saya menyadari:

Masa depan Web3 tidak ada di ruang rapat Silicon Valley, tetapi di tempat-tempat yang bisa menerangi layar warnet.

@Polygon #Polygon $POL

POL
POLUSDT
0.13323
-0.76%