#ape Setelah laporan menyesatkan yang mengklaim bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah menyetujui ETF Bitcoin spot dari BlackRock, SEC dengan cepat merespons dengan pengingat tajam tentang keandalan informasi online.
Setelah hari yang penuh gejolak yang ditandai dengan informasi menyesatkan terkait #crypto , Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menggunakan media sosial untuk memberikan peringatan yang tegas.
Pesan dari lembaga tersebut menyatakan: "Hati-hati dengan apa yang kamu baca di internet. Sumber informasi terbaik tentang SEC adalah SEC."
Catatan hati-hati ini muncul setelah laporan yang tidak akurat yang menyebutkan bahwa SEC telah menyetujui Bitcoin ETF spot dari iShares BlackRock, yang menyebabkan flurry aktivitas pasar.
Kesalahan Cointelegraph dalam pelaporan
Badai dimulai dengan outlet media cryptocurrency Cointelegraph menerbitkan berita yang diduga tentang persetujuan SEC. Klaim ini semakin diperkuat di media sosial.
Namun, kenyataannya melukiskan gambaran yang berbeda. BlackRock cepat membantah rumor tersebut, mengonfirmasi bahwa aplikasi ETF mereka masih dalam tinjauan.
Cointelegraph kemudian mengedit pos mereka, menyisipkan kata "dilaporkan." Ini menyebabkan kritik dan reaksi lucu dari pembaca yang mempertanyakan integritas jurnalistik outlet media dan proses pengambilan keputusan mereka dalam menyebarkan informasi penting seperti itu. Meskipun mereka kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut dan melaporkan rincian insiden itu, komunitas tetap marah dan frustrasi.
Laporan tersebut membantu berkontribusi pada sekitar $182.5 juta nilai likuidasi dalam 24 jam terakhir.
Akankah ini mempengaruhi peluang persetujuan Bitcoin ETF?
Saga misinformasi ini menyebabkan lonjakan tajam dalam harga Bitcoin, yang sementara melampaui $30,000 sebelum terjun 8%.
Pengamat seperti Bitfinexed telah menunjukkan potensi konsekuensi jangka panjang dari episode seperti itu, menyarankan bahwa mereka bisa memberikan alasan kepada SEC untuk menolak aplikasi Bitcoin ETF.
Insiden ini menunjukkan kerentanan pasar terhadap berita palsu dan spekulasi. Namun, sentimen di antara banyak ahli tetap positif. Analis Bloomberg, misalnya, memproyeksikan probabilitas 90% untuk persetujuan ETF #bitcoin spot pada 10 Januari 2024.

Reaksi Larry Fink
Dalam wawancara dengan Fox Business, CEO BlackRock Larry Fink berpendapat bahwa insiden tersebut mencerminkan minat yang meningkat dalam cryptocurrency.
Fink menekankan meningkatnya permintaan dan antusiasme untuk investasi cryptocurrency berdasarkan interaksinya dengan basis klien global mereka.
Melihat ke depan, dia melihat #cryptocurrency berkembang menjadi aset kunci bagi investor, terutama sebagai tempat aman di masa ekonomi yang tidak pasti.#bnbburn